A blog about FOOD, Travel, Friendship, and Life

KFC Chochicks?? Inspirasinya darimana sih?

By Saturday, November 25, 2017





Salam Moinmoin!
Belakangan ini KFC baru aja meluncurkan inovasi terbarunya yang mungkin menurut sebagian besar orang..... termasuk Masdit sih, aneh dari segi rasa. Ayam.. pake saus coklat? HAH?? Apakah ini dunia khayalan? Apakah ini konspirasi terselubung Edho Zell dan KFC yang terinspirasi dari salah satu konten EGY(Enak Gak Ya)-nya?

Tapiii, ada tapinya niih... Menurut Masdit gak sepenuhnya aneh, kok! Untuk beberapa parts menurut Masdit masih tolerable. Sebelum masuk ke part-part apa aja sih yang masih tolerable dan yang ngga, Masdit mau bahas soal saus coklatnya dulu, nih. Mungkin buat sebagian orang di Indonesia, kombinasi rasa coklat yang cenderung manis dengan protein hewani yang taste-nya cenderung ke arah savory masih terlalu asing di lidah. Tapi tau ga sih kalian, kalo ternyata makanan dengan saus semacam ini udah ada di belahan dunia lain. Namanya Mole, saus tradisional khas Meksiko yang terbuat dari campuran berbagai jenis cabai khas Meksiko, rempah-rempah, kacang-kacangan dan dark chocolate. Pas Masdit nyobain saus Mole, rasa manis dari coklat di sausnya ga begitu ketara banget kaya saus coklat KFC. Rasa coklatnya cenderung lebih mild dan lebih kerasa di rempah dan cabainya. Naaah, usut punya usuut, kegunaan coklat di saus Mole ini sebenarnya cuma sebagai counter dari rasa pedas si cabai dan rempah tadi, karena kandungan lemak yang tinggi pada coklat dapat menghilangkan capsaicin, yaitu komponen yang memberi rasa pedas waktu kita makan cabai, dengan efektif!

Mungkin kah KFC terinspirasi dari saus asal Meksiko ini?? Berbahan dasar coklat dan juga ada rasa pedas dari cabainya atau mungkin pepper? Nah, bedanya kalo KFC Chochicks ini rasanya lebih manis dan teksturnya lebih kental. Masdit sempet kan tuh, coba takeaway KFC Chochicks ini buat dibawa pulang kerumah... Bayangannya mau dituang kaya di display-display foto yang dipajang KFC punya. Ternyata waktu dituang, sausnya kentel banget! Jadi akhirnya Masdit cocol aja deh ayamnya ke dalam saus coklat. Masdit kurang tau sih kalo makan langsung di gerai KFC-nya apa kekentalan sausnya bakalan beda atau nggak.

Overall, menurut Masdit sausnya sih masih cocok aja kok kalo dimakan bareng kulit ayam KFC yang crunchy. Tapi waktu udah makan ke bagian dagingnya, which is teksturnya beda dan rasanya yang lebih juicy bikin kombinasi saus coklat ini jadi kurang nyambung. Jadiii...buat makan bagian daging ayamnya Masdit masih belum bisa move-on nih dari saus cabai dan nasi panas! Untuk harganya, satu piece Chochicks KFC ini dibanderol dengan harga Rp 21.500 (termasuk PPN, minus nasi)

Kalau menurut kalian gimana? Udah pada coba belum? Share pengalaman dan opini kalian di kolom comment dong!!



You Might Also Like

1 comments

  1. Awalnya pas nyoba nyambung sih ya enak, tapi yap bener sama kaya Masdit pas bagian dagingnya agak kurang nyambung menurut ku. Lebih mending yang edisi KFC yang saus keju deh kayanya. Terutama mungkin karena lidah orang Indonesia berbeda ya dengan orang Meksiko hehe

    ReplyDelete

Do you have anything to share? Write the comment down below :)